Di sebuah malam yang sunyi, Dewi yang dikenal alim baru saja usai pengajian. Tetapi, hatinya berkecamuk ke arah lain . Dia memikirkan masa lalu kelam yang tak bisa dilupakan . Walaupun upaya hukum terus berjalan untuk skandal-skandal sebelumnya , Ia merasa hidupnya dikelilingi oleh rahasia . Kabar mengenai pelaku pencabulan yang tertangkap membuatnya bergidik . Dia teringat kembali kisah guru ngaji yang mencabuli muridnya , sebuah kisah yang membuat dirinya turut prihatin . Rasa takut akan relokasi masyarakat adat membuatnya teringat akan kerentanan hidup . Kisah perempuan yang ditemukan meninggal di perairan semakin memperburuk kesedihannya . Ia menyadari bahwa kehidupan dipenuhi dengan bahaya . Melihat bayangannya di cermin rias , Ia berpikir cantik itu luka . Walaupun perjalanannya penuh rintangan , ia selalu mencoba mengendalikan emosinya . Kliping berita lama tentang kejahatan seksual sesekali masih ditemukan . Lalu, di dalam keheningan malam hari , ia kembali merenungkan betapa pentingnya melindungi dirinya . Di malam-malam sunyi setelah beribadah , Ia menemukan dirinya sendiri di pertempuran batin . Meskipun ada potensi risiko lain di sekitarnya , ia selalu memilih untuk bertahan hidup , mencari kedamaian dalam jiwanya .